Balikpapan Dianggap Tuntas Dalam Pemberantasan Buta Aksara - Kabar Balikpapan58.net

Breaking

Senin, 09 September 2019

Balikpapan Dianggap Tuntas Dalam Pemberantasan Buta Aksara

BALIKPAPAN,kabarbpp58.net- Pencapaian Pemerintah Kota Balikpapan dalam upaya pengentasan buta aksara meraih penghargaan Anugerah Aksara Utama dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Tahun 2019. Penghargaan tersebut diberikan langsung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi dalam acara hari aksara international ke -54 di Makassar.minggu lalu
Foto : Wali Kota Rizal Effendi SE dan Kadisdikbud Ir Muhaimin MT,setelah menerima Anugerah Aksara Utama
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Ir Muhaimin MT mengatakan, Balikpapan adalah satu - satunya Kota di Indonesia yang mendapatkan Anugerah Aksara Utama yang layak ada 6 Kabupaten dan 7 Kota, penghargaan tersebut diberikan oleh pemerintah melalui Kemendikbud, Balikpapan dianggap sudah tuntas dalam kegiatan pemeberantasan buta aksara,” kata Muhaimin diruang kerjanya Senin ( 9/09/19)

“Tahun 2007 Balikpapan sudah mendapatpatkan Anugerah Aksara Pratama, di tahun 2010 mendapatkan Aksara Madia di Tahun 2019 mendapatkan Anugerah Aksara Utama,” ucapnya

Balikpapan dianggap tuntas pengentasan buta aksara, karena kegiatan pemberantasan buta aksara dan kegiatan literasi dilaksanakan oleh bidang paudikmas khususnya bidang pendidikan masyarakat, Balikpapan punya lima Sanggar kegiatan Belajar (SKB) yang membantu pendidikan formal untuk melaksanakan proses ngajar menagajar bagi warga Balikpapan yang besekolah di sekolah formal ,” ungkanya

Ia juga menjelasakan bahwa Balikpapan juga punya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) tujuanya sama untuk membantu yang kurang mampu atau tidak bisa disekolah formal untuk belajar di PKBM ,” ujar Muhaimin

Menurut Muhaimin, disamping pendidikan formal kita juga meningkatkan pendidikan non formal sehingga itulah yang dinilai oleh kementerian dan kebudayaan khususnya Direktorat Pau dan dikmas Balikpapan dianggap mampu meningkatkan budaya literasi dan menekan atau menghilangkan buta aksara di Balikpapan.

Diharapkannya kita tidak boleh terlena karena dinamika masyarakat terus berkembang dan kita tetap mengedukasi masyarakat bahwa siap kita tidak harus bersekolah disekolah negeri karena Balikpapan memiliki SKB, pegiat Literasi dan PKBM yang mampu juga menerima anak-anak yang butuh pendidikan ,” harap Muhaimin (beny)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar