Tradisi Upacar Adat Rambu Solo Suku Toraja - Kabar Balikpapan58.net

Breaking

Senin, 02 September 2019

Tradisi Upacar Adat Rambu Solo Suku Toraja

TANA TORAJA,kabarbpp58.net- Upacara adat rambu solo adalah upacara kematian yang diselenggarakan oleh orang Toraja. Umumnya, upacara rambu solo terdiri dari 2 prosesi upacara yakni proses pemakaman dan prosesi kesenian.
Proses tersebut dilangsungkan secara harmonis dalam satu upacara pemakaman yang menunjukkan penghormatan orang Toraja pada leluhur mereka yang telah meninggal.

Proses pemakaman (rante) biasanya diadakan di tengah lapangan yang ada pada kompleks rumah adat tongkonan.
Prosesi ini terdiri dari beberapa kegiatan ritual. Ma’Tudan Mebalun, yaitu prosesi untuk melakukan pembungkusan pada jasad orang yang meninggal Ma’Roto, yaitu prosesi untuk menghias peti jenazah dengan menggunakan benang emas dan benang perak.

Ma’Popengkalo Alang, yaitu prosesi mengarak atau membawa jasad yang telah dibungkus ke sebuah lumbung untuk disemayamkan. Ma’Palao atau Ma’Pasonglo, yaitu proses mengarak jasad dari area Rumah Tongkonan ke kompleks pemakaman yang disebut Lakkian.
 Sedangkan pada prosesi kesenian, terdapat beberapa bentuk kesenian toraja yang disuguhkan. Kesenian ini tidak hanya untuk memeriahkan upacara tetapi juga sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi orang yang sudah meninggal.

Terdapat beberapa bentuk kesenian yang biasanya disuguhkan. (baca fungsi seni pertunjukan) Mengarak kerbau yang akan menjadi kurban Pertunjukan beberapa musik daerah, seperti Pa’Pompan, Pa’Dali-dali, dan Unnosong.

Pertunjukan beberapa tarian adat suku Toraja, antara lain Pa’Badong, Pa’Dondi, Pa’Randing, Pa’katia, Pa’Papanggan, Passailo dan Pa’Silaga Tedong.
Pertunjukan Adu Kerbau, sebelum kerbau-kerbau tersebut nantinya akan dikurbankan. Penyembelihan kerbau sebagai hewan kurban sebagai pelengkap prosesi upacara kematian. Pada saat penyembelihan kerbau, kerbau disembelih dengan cara menebas leher kerbau hanya dengan sekali tebasan.

Cara ini merupakan ciri khas masyarakat Tana Toraja. Selain itu, kerbau yang akan disembelih bukanlah kerbau biasa, tetapi kerbau bule yang disebut Tedong Bonga yang harganya bisa mencapai angka antara 10 hingga 50 juta atau lebih per ekornya.
Karena itulah, upacara kematian suku toraja, disebut juga sebagai upacara kematian yang mahal. (*)

Sumber : seni kebudayaan-suku-toraja                                                               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar