GUBERNUR DIHARAPKAN JANGAN HANYA JADI PENONTON SAAT ADA KONSEP PEMBANGUNAN IKN - Kabar Balikpapan58.net

Breaking

Senin, 14 Oktober 2019

GUBERNUR DIHARAPKAN JANGAN HANYA JADI PENONTON SAAT ADA KONSEP PEMBANGUNAN IKN


BALIKPAPAN,kabarbpp58.net- Perspektif jangka panjang yang pertama yaitu masyarakat harus lebih di sosialisasikan karena akan ada kagetan budaya baru dengan bertambahnya bisa dikatakan kurang lebih 800 ribu ASN,PNS,termasuk Lembaga, Kementrian, Kepolisian dan TNI beserta keluarganya yang kurang lebih satu setengah juta,’’ Kata Ir.H.Muhammad Adam selaku Fraksi PKD Hanura DPRD Prov Kaltim di kantor PDAM Balikpapan. (14/10)
Foto Ir.H. Muhammad Adam Fraksi PKD Hanura DPRD Provinsi KalTim
Sekitar empat sampai lima tahun ketika dimulai dari presiden dan kementrian mulai berkantor di Balikpapan kurang lebih ada 1,5 juta. Jadi ada penyesuaian budaya baru terutama penduduk Kalimantan timur menghadapi peradaban baru yang tadinya kita disebut orang daerah lalu kemudian kita menjadi kota metropolitan dan kita akan menjadi warga daerah khusus Ibukota lalu kemudian hal itu akan diikuti dengan peningkatan kegiatan per ekonomian lalu kemudian fasilitas-fasilitas publik akan bertambah dan itu juga merupakan salah satu tugas pemerintah daerah bagimana meng edukasi dan juga meng sosialisasikannya.

Konsep yang paling penting adalah setiap orang di Ibukota Negara nantinya pada saat mau pergi bekerja itu maksimal orang tersebut hanya butuh waktu 10 mnt saja untuk berjalan kaki , kalau seperti sekarang ada setiap khusus pemukiman dan perkantoran pasti akan terjadi penumpukan orang orang pada jam yang sama untuk datang ke pemukiman terebut untuk menuju ke suatu tempat yang sama itu sudah pasti akan membuat kemacetan dalam jangka panjang. 

Jadi konsepnya yaitu semua orang bekerja di suatu gedung itu hanya berjalan kaki 10 mnt dan itu adalah sebuah konsep yang bukan saja modern tetapi dalam perspektif jangka panjang bisa menjadi model pembinaan Ibukota bagi Negara Negara yang lain.

Untuk persiapan pembangunan di kaltim sangat diperlukan , kita semua sama sama mengawal dan dari DPD Provinsi dalam hal regulasinya dan juga kepala daerah terutama gubernur bagaimana memproteksi perusahaan dan jangan hanya menjadi penonton saat konsep pembangunan yang diperkirakan kurang lebih 400 trilliun untuk membangun seluruh infrastruktur.

Jangan sampai proses proyek besar seperti melibatkan orang orang dari luar, sama dengan apa yang disuarakan oleh orang orang untuk kegiatan di pertamina seberapa mungkin porsi di daerah itu selama daerah mampu kenapa harus mendatangkan para pekerja dari luar. Yang kita inginkan hanya ibukota ini nanti berdampak luas dalam hal ekonomi kepada Kalimantan timur terutama masyarakat.   

Penulis : Beny
Editor    : Triani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar