MASYARAKAT PPU DAN PASER JALIN SILATURAHMI MELALUI KOMSOS DIALOGIS JAGA KONDUSIFITAS WILAYAH - Kabar Balikpapan58.net

Breaking

Selasa, 15 Oktober 2019

MASYARAKAT PPU DAN PASER JALIN SILATURAHMI MELALUI KOMSOS DIALOGIS JAGA KONDUSIFITAS WILAYAH

PENAJAM (15/10) Panglima Kodam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto beserta Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo dan Bupati PPU Abdul Gafur Masud, serta beberapa Pejabat Kodam VI/Mlw, Pejabat DPRD Paser,

Pejabat Kodim 0913/PPU, Pejabat Polres PPU, Polsek Longkali, beserta para tokoh adat dari berbagai suku, Ormas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan pihak terkait lainnya dari Kab. PPU dan Kab Paser, menggelar silaturahmi komunikasi sosial dialogis di Aula Kantor Pemkab PPU, Kaltim. Selasa, 15 Oktober 2019.
Silaturahmi tersebut dilaksanakan terkait dengan peristiwa  penikaman yang terjadi di jalan Coastal Road Pantai Nipah-Nipah Kecamatan Penajam, yang mengakibatkan salah satu warga Desa Muara Toyu Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser yang merupakan pelajar SMK Pelita Gama meninggal dunia.

Dari kegiatan yang digelar tersebut dihasilkan kesepakatan bersama yang diantaranya adalah : menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut sesuai proses hukum dan undang undang yang berlaku, tidak akan terpancing dengan isu-isu yang mengarah kepada gangguan kamtibmas, siap bekerjasama dengan pihak keamanan yang ada di Kab. PPU dan Kab. Paser untuk meminimalisir terjadi konflik yang berujung SARA, serta mensosialisasikan dan menginformasikan kepada teman, keluarga dan masyarakat untuk tidak melakukan aksi dan pengerahan massa yang dapat mengganggu kondusifitas wilayah Kab. PPU dan Kab. Paser.

Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan silaturahmi bersama sehingga setelah kesepakatan dihasilkan agar dapatnya menyelesaikan permasalah yang sedang terjadi. Peristiwa yang terjadi ini merupakan ujian kecil dimana kedepannya PPU akan menjadi IKN sehingga orang-orang akan berbondong-bondong datang ke PPU.

"Diharapkan kedepannya setiap masalah-masalah agar dapatnya selalu diselesaikan dengan asas musyawarah dan mufakat untuk selalu dapat menjaga kerukunan antar bangsa dan menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika."Jelas Mayjen TNI Subiyanto.

Sementara itu Kapendam VI/Mlw Kolonel Kavaleri Dino Martino, S.I.P menerangkan berkaitan dengan komunikasi sosial dialogis ini merupakan wadah dan ruang yang tepat untuk dapat saling memberikan timbang saran, kesepahaman, sekaligus sebagai sarana mediasi bila sewaktu-waktu terjadi potensi konflik yang menyinggung SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).

Terkait peristiwa ini, telah beredar pula isu di masyarakat terkait kasus kriminal  yang dikaitkan dengan ketersinggungan SARA yang dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehingga berlatar dari peristiwa ini agar tidak menimbulkan potensi ketersinggungan SARA, diadakanlah pertemuan dan mediasi dan silaturahmi komunikasi dialogis ini, untuk meluruskan isu-isu yang beredar di masyarakat.

"Bahwa terkait peristiwa ini murni merupakan tindakan kriminal, tidak ada kaitannya dengan SARA, sehingga para pelaku akan diusut dan diproses tuntas sesuai hukum yang berlaku.

Diharapkan dengan kesepakatan yang telah disepahami melalui silaturahmi komunikasi sosial dialogis ini, dapat terus mempererat jalinan silaturahmi masyarakat dan memperkokoh semangat toleransi antar sesama umat bangsa." Pungkas Kol Kav Dino Martino.

Rilis : Pendam VI/ MLw
Editor : Beny

Tidak ada komentar:

Posting Komentar