PDAM BALIKPAPAN MEMILIKI TIM REAKSI CEPAT UNTUK MENGATASI KEBOCORAN PIPA - Kabar Balikpapan58.net

Breaking

Kamis, 10 Oktober 2019

PDAM BALIKPAPAN MEMILIKI TIM REAKSI CEPAT UNTUK MENGATASI KEBOCORAN PIPA

BALIKPAPAN,kabarbpp58.net- PDAM Balikpapan selalu berkoordinasi dengan pelaksana proyek. PDAM mentargetkan adanya perawatan pipa selama tahun 2019 , salah satu tekhnik yang dilakukan yaitu jika ada kebocoran pipa pihak PDAM sendiri akan langsung memperbaiki dan hampir setiap minggu ada laporan tentang kebocoran pipa.
          Foto : Direktur Utama PDAM Balikpapan Haidir Effendi     
Direktur Utama PDAM Haidir Effendi mengatakan, kebocoran pipa ini juga disebabkan karena umur pipa sudah tua dan posisinya 70% dibawah jalan dan dibawah bangunan hal ini yang mempercepat adanya kebocoran pipa. Solusi PDAM untuk mengatasi adanya kebocoran pipa tersebut yaitu jika ada space pihak PDAM akan pelan pelan memindahkan jalur ketepi lokasi yang lebih aman. Umur pabrik pipa itu sendiri adalah 10 tahun tapi jika sudah ada di badan jalan pihak PDAM bisa sedikit kerepotan dikarenakan beban jalan yang akan sulit dikendalikan karena pihak PDAM tidak mungkin akan menutup jalan , jadi jika ada kebocoran harus  ditunggu untuk diperbaiki atau dipindah,” kata Haidir kepada awak media disela-sela acara pelantikan Ketua DPRD di Gedung DPRD Kamis ( 10/10/19)

Menurutnya tiap wilayah PDAM memiliki tim reaksi cepat dan ada 4 tim yang akan stand by 24 jam, wilayah yang diikuti PDAM hanya wilayah layanan dan tidak bisa mengikuti wilayah administratif, wilayah yang termasuk wilayah layanan yaitu bagian wilayah utara,barat,selatan dan wilayah kota,” jelasnya

“ Untuk waduk teritip sejauh ini sudah aman , sudah selesai dan sudah mengaliri air bersih yang baru bisa dimanfaatkan 80 ltr/dtk dari desainnya sendiri yaitu 200, jadi desain waduknya itu 250 lalu untuk wtt 200 liter hanya sampai menunggu pemasangan jaringan baru. Pihak PDAM juga mencoba untuk menggunakan jaringan existing yang mana sudah sampai 80 liter yang bisa dimanfaatka ,” ucapnya

Pelanggan yang ada sekitar kurang lebih 5000 pelanggan, kalau targetnya sendiri waduk teritip dapat mengaliri 8.000-10.000 sambungan. Target agar tercapai itu sendiri menunggu adanya pemasangan jaringan pipa, pemasangan jaringan pipa  ini terletak dari daerah teritip sampai dengan manggar dan batakan. Terisinya waduk teritip ini jika full nya yaitu 6 meter dan sekarang berada di posisi 4 setengah meter,” ungkap Haidir

Lebih lanjut Haidir mengatakan, kondisi cuaca juga mempengaruhi ke waduk teritipnya ini sendiri, PDAM juga baru mencoba dan belum diketahui pasti sampai berapa lama daya tahan waduk tersebut tetapi desainnya sendiri bisa sampai 6 bulan lamanya. Waduk teritip tidak memiliki sumber mata air begitu pula di Balikpapan jadi semuanya tergantung dari tadahan air hujan.

“ Saat ini cuaca sudah mulai berubah ke musin hujan tapi pengaruhnya ke waduk teritip ini juga belum signifikan antara yang masuk dengan yang keluar itu lebih banyak yang keluar. Jadi, biasanya kalau tidak ada masukkan itu sehari akan menyusut 3 centi dan untuk sekarang menyusut 1 centi yang artinya air tersebut tetap ada yang masuk tapi yang keluar juga tetap lebih banyak. Untuk tinggi level waduk tersebut sekarang ada di 8 meter 87 centi, saat kemarau penurunan tinggi level waduk yaitu bisa sampai 7 meter,” ujarnya 

Standar produksi PDAM adalah air minum sampai di produksi pengolahan akan langsung bisa diminum, jadi air air yang di distribusikan ke warga bisa langsung diminum tanpa harus dimasak terlebih dahulu tetapi tidak ada jaminan jika sudah masuk dijaringan karena jaringan PDAM tersebut ada yang sudah tua model 20 tahun keatas, kemudian posisi diujung jaringan itu juga berpengaruh. Jadi standar air yang bisa diminum yaitu yang dipengolahan kalau di kran keluaran pengolahan itu baru siap minum.
PDAM juga mengadakan diskusi dengan ITK , ITK nanti akan membantu membuat mesin air siap minum. Jika ada air yang keluar dari IPAM lalu sampai ke pelanggan ada tanda berwarna merah itu berarti adalah pengaruh dari jaringan pipa nya. Jadi, kalau ada yang berwarna lalu air mati dan hidup berkali kali itu adalah kotoran dari endap-endapan yang terbawa dari pipa,” tutup Haidir

Penulis : Beny
Editor   : Triani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar