WORK SHOP NON REVENUE WATER, KERJASAMA MAYNILAD WATER FILIPINA DENGAN PDAM KOTA BALIKPAPAN - Kabar Balikpapan58.net

Breaking

Rabu, 09 Oktober 2019

WORK SHOP NON REVENUE WATER, KERJASAMA MAYNILAD WATER FILIPINA DENGAN PDAM KOTA BALIKPAPAN

BALIKPAPAN,kabarbpp58.net- Masalah tingginya tingkat kehilangan air atau Non Revenue Water (NRW) yang jadi momok PDAM se-Indonesia,kini membuat PDAM Balikpapan harus bersikap cepat. Bekerjasama dengan Maynilad Water Filipina, menggelar workshop NRW yang diikuti 9 PDAM se-Kaltim.
“Kami sangat serius untuk menurunkan NRW. Sebab, ini punya korelasi terhadap peningkatan pelayanan distribusi air bersih dan juga pendapatan,” kata Direktur Utama ( Dirut ) PDAM Balikpapan Haidir Effendi saat launching sekaligus membuka workshop NRW, di Aula Graha Tirta PDAM Balikpapan,Jalan Ruhui Rahayu Selasa (8-9/10/19)

Menurut Haidir, target rata-rata nasional NRW 20 persen, saat ini masih banyak PDAM yang NRW di angka 33 sampai 40 persen. Sehingga, pengurangan NRW menjadi wajib bagi seluruh elemen PDAM. “ Bukan hanya direksi tetapi seluruh departemen atau devisi di internal PDAM dan pelanggan karena ini kerja jangka panjang,” ujarnya
“Kerjasama dengan Filipina merupakan dukungan dari Asian Development Bank ( ADB ) yang memang concern dengan bidang air minum serta sanitasi. ADB berkeliling ke PDAM-PDAM se-Indonesia termasuk ke PDAM. “ Jadi kita bersyukur PDAM Balikpapan ini juga mendapat dukungan dari ADB ini, sehingga Filipina dapat mengajar kita masalah NRW dan DMA,” jelasnya

Disebutkannya, pengurangan NRW dapat memberi implikasi terhadap tambahan pendapatan dari hasil air yang terjual. Juga mengurangi sambungan ilegal dan meningkatkan pelayanan pelanggan. “ itu satu kesatuan dengan teknologi DMA, sehingga manajemen tekanan dapat diatur di tiap-tiap zona,” ujarnya.
“Lebih lanjuta kata Haidir, pelanggan agar mendapatkan informasi lebih mudah bahwa NRW itu jika digambarkan adalah kehilangan fisik dan non fisik. Jika fisik ya kebocoran pipa yang sering terjadi, sementara yang non fisik misalnya ketidakakuratan meter pelanggan, data water meter sambungan ilegal. “ peran pelanggan yang saya maksud itu adalah jika water meter yang tidak akurat dapat menghubungi PDAM,” ujarnya.

Secara sederhana, NRW adalah setara dengan jumlah total air yang mengalir ke jaringan distribusi air minum dari sebuah Instalasi Pengolahan Air Minum ( IPAM ) PDAM Balikpapan, dikurangi jumlah air yang resmi menjadi rekening dari pelanggan.

Teknologi District Meter Area ( DMA ) punya kolerasi terhadap penurunan NRW. Karena, melihat system zona secara keseluruhan. DMA juga berfungsi untuk pembagian zona distribusi air minum,” ucapnya Haidir
Dengan pembagian zona tersebut diharapkan akan memudahkan dalam memantau indikasi kebocoran pada pipa air yang kaitannya dengan NRW. “Kami secara perlahan sudah memiliki DMA hanya perlu ditingkatkan. Maka workshop ini juga salah satu langkah kita untuk melakukan evaluasi,” ungkap Haidir, Diskusi intens bedah NRW dan DMA Dalam workshop dibahas secara detail.

Misalnya bagaimana elemen commercial losses dan cara mengatasinya. Juga bagaimana cara mengestimasi volume kebocoran dan biaya pemeliharaannya. “Ada juga diskusi tentang manfaat implementasi strategi DMA. Dan peserta juga akan melakukan site visit untuk melihat bagaimana deteksi kebocoran itu. Jadi workshop ini sangat bermanfaat. Makanya, kami mengajak PDAM se-Kaltim untuk bergabung. Ya bagian dari transfer knowledge,” tambah Haidir.

Acara workshop penurunan NRW itu pemberi materi adalah PT.Sarana Multi Infrastruktur ( Tata Sumirat ), Rodora ( Executive Director Mayniland Water Academy). Dan dijadwalkan pagi ini melakukan kunjungan lapangan, sehingga deteksi mengetahui bagaimana fungsi DMA dan penurunan NRW dapat diketahui secara maksimal,” tandasnya (triani)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar