PENTACITY DAN ORGANIZER HARUS MENUAI KECAMAN DARI MASYARAKAT KOTA BALIKPAPAN - Kabar Balikpapan58.net

Breaking

Kamis, 14 November 2019

PENTACITY DAN ORGANIZER HARUS MENUAI KECAMAN DARI MASYARAKAT KOTA BALIKPAPAN

BALIKPAPAN,kabarbpp58.net- DPRD Balikpapan kembali kedatangan Organisasi Masyarakat( Ormas ) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor)Balikpapan , terkait penyelesaian Kegiatan yang di gelar di Mall PentaCity yaitu Kegiatan kaum LGBT(Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender) pada Minggu (10/11/2019) malam , Mereka tampil dalam kompetisi tari bertema K-Pop.
Foto : GM Pentas City Maivi
Pertemuan GP Ansor Dengan Komisi IV DPRD Balikpapan di Ruang Rapat gabungan, di sambut  ketua Komisi IV Muhammad Taqwa dan di hadiri beberapa anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, polresta Balikpapan , pemerintahan kota Balikpapan(Pemkot) serta mendatangkan pihak managemen Mal Pentacity dan Even Organizer (EO), Rabu (13/11/2019)

GP Ansor mendesak pihak manajemen Pentacity dan Even Organizer (EO) untuk Mengklarifikasi dan meminta maaf kepada warga masyarakat Kota Balikpapan terkait kegiatan LGBT di Mal Pentacity, beberapa waktu lalu.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Muhammad Taqwa memimpin rapat, terkait pelaksanaan kegiatan LGBT di Mall Pentacity yang di laksanakan Minggu (10/11/2019) malam sempat hebo dan menuai polemik di masyarakat Balikpapan

Even yang tidak memiliki ijin dari pihak kepolisian ini tetap berlangsung di Mal pentacity, dan pihak Mal pentacity berdalih tidak mengetahui kegiatan apa saja yang di lakukan dalam even tersebut dan yang lebih mengherankan pihak Mal merasa kecolongan,

sementara itu Nasrullah selaku Even Organizer (EO) menjelaskan bahwa kegiatan yang dia buat merupakan kegiatan dance K-Pop, dimana pesertanya harus mengcover tarian dari negri Korea, "sementara Foto yang beredar di media sosial tersebut bukan team dari Swaggy Waacky Dance Crew, melainkan peserta yang berasal dari Kota Samarinda,” jelasnya.

Namun semua penjelasan yang di lontarkan oleh pihak  pentacity dan Even Organizer tidak di terima Ketua GP Ansor Balikpapan M. Husein Kadri.
M. Husein Kadri menegaskan kepada pihak managemen pentacity dan EO harus meminta maaf kepada masyarakat Kota Balikpapan, dan permintaan maaf harus dimuat disemua media baik cetak dan elektronik, karena ini sudah mencoreng  masyarakat kota balikpapan,yang di juluki kota Madinatul Iman” tegas Husien.

Sementara itu Ketua Komisi IV Muhammad Taqwa meminta kepada Pemerintah Kota Balikpapan (pemkot) untuk mengeluarkan aturan mengenai even yang tidak di perbolehkan untuk di gelar atau di selenggarakan yang dapat merusak moral dan bertentangan prinsip kota Balikpapan sebagai kota  Madinatul Iman serta tidak sesuai dengan kaidah agama yang ada di kota ini.

Meivy Deputy GM Pentacity usai menghadiri pertemuan, mengatakan" pihaknya kami  kecolongan dengan kegiatan yang di gelar EO yang bertajuk Swaggy Waacky Dance Crew dari Balikpapan , kami kira hanya tarian K-POP biasa aja rupanya lain " tuturnya

Kami akan penuhi semua, seperti apa yang telah disepakati  dalam pertemuan bersama anggota Dewan dan GP Ansor , ya ini jadi pelajaran buat kami ,mudah-mudahan kedepanya akan lebih hati-hati dan selektif lagi dalam menggelar even di Mal Pentacity" tambahnya (tim kb)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar