Tim Subdit Cyber Dinsus Polda Kaltim Bekuk Pemalsuan Sim Card di Samarinda - Kabar Balikpapan58.net

Breaking

Selasa, 05 November 2019

Tim Subdit Cyber Dinsus Polda Kaltim Bekuk Pemalsuan Sim Card di Samarinda

BALIKPAPAN,kabarbpp58.net- Senin ( 05/11/19 ) , Kasubdit Cyber Reskrim Polda Kaltim akan melakukan publikasi ekspose terkait pengungkapan penggandaan terhadap registrasi NIK pada Nomor Handphone. Hal ini berawal dari informasi bahwa ada penjualan terhadap nomor kartu telepon yang sudah ter-registrasi, pelaku sendiri melakukan registrasi secara massal yang bertujuan agar nomor tersebut tinggal digunakan ketika dijual.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menjelaskan,  Kemungkinan para pelaku melakukan penjualan nomor telepon yang sudah ter regristrasi tersebut adalah jika nomor tersebut dalam keadaan kosong mungkin agak sulit untuk dijual karena harus regristrasi dan biasanya orang orang lebih ingin menggunakan nomor yang sudah di registrasi,” jelas Ade

Tepatnya tanggal 30 Oktober 2019 dilakukan penangkapan pelaku oleh Subdit Cyber dinsus Polda Kaltim dengan inisial ( FE ) umur 34 tahun , alamat Samarinda ulu Kota Samarinda dan kebetulan pelaku memiliki agen Counter Handphone. Barang bukti yang didapat yaitu ada sekitar 10.500 barang bukti berupa kartu-kartu yang sudah di regrstrasi oleh pelaku dengan menggunakan NIK ( Nomor Induk Kependudukan ) Fiktif atau milik orang lain.

Dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan oleh Subdit Cyber itu pelaku dapat dari seseorang yang nanti kemudian akan dilakukan proses sidik oleh Subdit Cyber, dan data-data NIK itu diketahui itu mengarah pada data dari Pulau Jawa jadi bukan data NIK dari Kalimantan. Jadi, mungkin bisa dikatakan ini adalah kasus yang baru di Kalimantan Timur atau mungkin di Indonesia,” ujarnya.

Sementara Kasubdit V Siber Datreskrimsus Polda Kaltim AKBP Albertus Andreana lebih lanjut menjelaskan, “Untuk informasi awal data tersebut memang bukan dari pelaku tetapi dari seseorang yang lain dan itu masih dalam tahap penyelidikan, kasus itu juga akan dikembangkan. Pelaku sudah beroprasi kurang lebih 6 bulan. Kemampuan tersangka sendiri dalam 2 haru mampu memproduksi 1.200 sim card untuk di registrasi.

Jadi memang dari counter-counter di wilayah Samarinda , Balikpapan dan Kukar bahwa kebanyakan dari counter tersebut menghubungi tersangka lewat telepon. Lalu mereka akan pesan dan kemampuannya berapa, jika sudah deal mereka akan mengirim sim card tersebut melalui paket travel dan akan diambil oleh tersangka kalau sudah jadi akan dikirim ulang.,” jelasnya

Perlu diketahui bahwa ada banyak di counter-counter yang menjual kartu yang sudah ter regristrasi. Setelah dilakukan penyelidikan ternyata NIK dan KK nya bukan berasal dari wilayah Kalimantan dan telah dilakukan penyelidikan, observasi dan penyamaran sehingga Subdit Cyber dapat bahwa lokasi pembuatannya itu posisi tersangka ada di Samarinda.

Tersangka melakukan registrasi sim card tersebut menggunakan modem dan dilakukan secara massal. Keuntungan pelaku tersebut yang pertama dia deal dengan si pemesan dan keuntungannya kurang lebih hanya 1000

Tersangka dipermasalahkan dalam UU ITE pasal.35 tentang Memanipulasi Informasi Elektronik seolah-oleh itu adalah data yang autentik dengan ancaman 12 tahun penjara, “ tutup Albertus (beny)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar