Muhaimin : Saat Ini Disdik Balikpapan Menghadapi Masalah Kekurangan Tenaga Pendidik - Kabar Balikpapan58.net

Breaking

Rabu, 08 Januari 2020

Muhaimin : Saat Ini Disdik Balikpapan Menghadapi Masalah Kekurangan Tenaga Pendidik

BALIKPAPAN,kabarbpp58.net - Rabu ( 08/01/2020 ), Komisi IV DPRD Kota Balikpapan melakukan kegiatan RDP ( Rapat Dengar Pendapat ) Bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan
Foto : Kadisdikbud Balikpapan Ir Muhaimin MT
"Kegiatan Disdik yang sudah dilaksanakan di APBD 2019 termasuk menyampaikan pernyataan pernyataan di tahun 2020. Lalu disdik berkoordinasi terhadap beberapa kegiatan yang banyak dipermasalahkan atau kita diskusikan adalah persiapan kami untuk PPDB di tahun 2020 yang akan datang. “bagaimana kesiapan sistemnya lalu bagaimana kesiapan sekolahnya untuk menghindari supaya daya tampung kita bisa lebih baik lagi." Kata Kadisdikbud Balikpapan Ir.Muhaimin MT,di gedung DPRD Balikpapan setelah mengikuti RDP bersama Komisi IV Rabu ( 8/1/2020)  

Menurut Muhaimin bahwa saat ini disdik menghadapi masalah kekurangan tenaga pendidik, karena memang banyak guru guru yang purna tugas sementara jangka pendeknya diganti dengam guru honor sambil menunggu adanya penerimaan ASN untuk para guru,” ujarnya

“Dalam RDP banyak diskusi diskusi mengenai program kementrian pendidikan kebudayaan yang baru terkait dengan proses merdeka belajar, bagaimana kesiapan dinas pendidikan dan kebudayaan untuk meng inplementasikan proses merdeka belajar itu di kota Balikpapan.

Merdeka belajar ini sendiri adalah konsep dari kementrian yang diartikan penilaian anak anak itu bukan hanya saat mereka melaksanakan ujian tetapi masalah karakternya harus di inplementasikan. Lalu, guru juga tidak boleh menilai hanya pada saat ujian tetapi mereka juga harus menilai secara menyeluruh terhadap kemampuan anak itu dari awal sampai dengan akhir.

“Jadi, sistem yang akan disampaikan oleh kementrian itu tinggal ditunggu regulasinya seperti apa untuk di inplementasikan di kegiatan diknas,” jelas

Sementara Menurut Kadisdik mengenai kepala sekolah itu ada regulasinya, jadi kepala sekolah yang kerjanya itu sudah lebih dari 9 tahun yang berada disekolah besar dicoba untuk ditaruh di sekolah kecil agar bisa lebih meningkatkan kualitas sekolah kecil.

Kemudian juga karena ada kepala sekolah yang purna tugas  atau pensiun sehingga digantikan oleh kepala sekolah yang baru, karena kepala sekolah yang baru tidak bisa langsung disekolah besar dan dia harus mulai dari sekolah kecil berarti kepala sekolah baru di sekolah kecil, sekolah kecil ke sekolah menengah sehingga ada pergeseran kepala sekolah.,” tutup Muhaimin (triani)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar