Komisi II DPRD Balikpapan Syukri Wahid : Pedagang Meminta Negosiasi di Harga 50 ribu / M2 - Kabar Balikpapan58.net

Breaking

Kamis, 06 Februari 2020

Komisi II DPRD Balikpapan Syukri Wahid : Pedagang Meminta Negosiasi di Harga 50 ribu / M2

BALIKPAPAN,kabarbpp58.net - Kamis ( 06/02/2020 ), Komisi II DPRD Kota Balikpapan melaksanakan RDP dengan Kabid Pengelolaan Barang Milik Daerah BPKD Kota Balikpapan. Kegiatan RDP ( Rapat Dengar Pendapat ) ini mengenai Permasalahan Kenaikam Service Charge yang Dinaikkan dari tahun 2014 di Rapak Plaza, Balikpapan.
Foto : Anggota Komisi II DPRD Balikpapan Drg Syukri Wahid
Pada RDP ini dihadiri juga oleh Pedagang dan pihak PT. Hasta Nusa Indah sebagai pengelola Rapak Plaza Balikpapan. Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Syukri Wahid menjelaskan bahwa status aset tersebut adalah milik pemerintah kota yang di BOT kan dengan PT. Hasta Nusa Indah.

Selama 25 tahun kedepan dengan sistem BOT, Komisi II juga meng evaluasi Kontribusi PT. Hasta Nusa Indah terhadap pemerintah kota hanya 125 jt per tahun sesuai dengan kesepakatan yang belum pernah di review ulang.

" Lalu, rencana untuk menaikkan Service Charge tersebut oleh pihak manajemen adalah 60 ribu sampai dengan tahun 2021 dan yang disinyalir sejak 2003 sampai 2014 tidak pernah dinaikkan, lalu tahun 2014 keatas dinaikkan.

Pada intinya pedagang merasa keberatan dengan meminta negosiasi di harga 50 ribu," Kata anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Syukri Wahid

Komisi II memanggil BPKD karena ini terkait dengan kontribusi. Sesuai dengan perjanjian tersebut ada amanah dari perjanjian tersebut yaitu setiap 2 tahun harus me review kontribusi.

" Dalam dasar BOT tersebut ada perjanjian, dalam perjanjian tersebut disebutkan bahwa kontribusi dari PT. Hasta Nusa Indah kepada pemerintah kota ada 125 jt per tahun yang di evaluasi setiap 2 tahun," ujarnya

Sebenarnya, para pedagang para prinsipnya bersedia untuk dinaikkan Service Charge tersebut tetapi pertimbangan dari  45 pedagang yang sudah tutup toko dan situasi ekonomi yang sedang lesu seharusnya menjadi pertimbangan dari pengelola.
Sedangkan perwakilan dari pedagang di Rapak Plaza, H. Andi Ridwan mengatakan bahwa belum ada kesepakatan dari hasil RDP kali ini. Jadi, pihak pengelola tetap bertahan dengan tuntutan dari para pedagang dan mereka tetap menunggu untuk RDP selanjutnya.

Masalah ini mengenai penaikkan service charge, jadi service charge dinaikkan secara bertahap dari tahun 2014, tahun 2019, tahun 2020 sampai tahun 2022 pihak tersebut akan menaikkan service charge tersebut.

" Padahal untuk hal penaikkan tersebut juga harus dilihat dari kondisi pasarnya. Pada dasarnya para pedagang tidak keberatan untuk service charge tersebut naik, yang penting angka nya jangan terlalu besar dan sesuai dengan kondisi dilapangan," kata H.Andi Ridwan

Dijelaskan juga bahwa pelayanan dari PT. Hasta Nusa Indah tersebut kurang maksimal, situasi dan kondisi pasar akhirnya juga menurun. Hal ini dibuktikan dengan adanya pedagang di pasar tersebut yang semakin lama banyak yang menutup toko mereka dan mereka memilih untuk pindah ke pasar malam atau ke pasar lainnya.( triani)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar