Hari Merdeka, Paskibraka 2020 Harus Tetap Ada - Kabar Balikpapan58.net

Breaking

Kamis, 23 Juli 2020

Hari Merdeka, Paskibraka 2020 Harus Tetap Ada

Oleh : Danang Agung (Wakil Ketua PPI Provinsi Kalimantan Timur)
Kabarbpp58.net,Balikpapan - Kementerian Pemuda dan Olahraga sudah memastikan tidak mengadakan seleksi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tahun 2020. Kepala Sekretariat Kepresidenan mengungkapkan pihaknya hanya melibatkan empat anggota Paskibraka. Mereka terdiri dari seorang pembawa baki, dua penggerak bendera, dan seorang cadangan. Keputusan Ini mempertimbangkan kondisi covid-19 (korona) yang masih menjadi pandemi.

Infonya Paskibraka yang digunakan untuk pelaksanaan pengibaran bendera Merah Putih di Istana Negara dalam merayakan HUT Ke-75 RI pada Agustus mendatang, berasal dari pasukan tahun lalu.
Bagaimana dengan pelaksanaan pengibaran bendera merah putih di daerah Provinsi dan Kabupaten/kota se Indonesia. Ternyata, Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah melayangkan surat edarak ke Dispora Se Indonesia untuk meniadakan seleksi Paskibaraka tahun 2020 ini.

Sayangnya surat edaran ini baru tiba setelah sebagian daerah ada yang  telah melakukan tahapan seleksi penjaringan Paskibraka. Beberapa daerah ada yang gamang dengan surat tersebut. Prsoses seleksi berhenti ditengah jalan, namun daerah lain ada yang tetap melanjutkan proses seleksi hingga pengumuman calon Paskibraka 2020, dengan proses yang sangat ketat pada protokol kesehatan yang diterapkan.

Bagaimana menyikapi dilema ini ?. Apakah tahun ini harus ditiadakan Paskibaraka 2020. Apakah proses seleksi harus terhenti, dan bagaimana dengan daerah yang telah melakukan penjaringan Paskibraka 2020 hingga nama-nama telah diumumkan.

Hari kemerdekaan identik dengan  Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera Kebangsaan Indonesa , Merah Putih, yang dilakukan oleh Paskibraka. Dimana pasukan ini direkrut dari proses seleksi pelajar-pelajar terbaik dari seluruh nusantara. Jika untuk tingkat Provinsi dihadirkan dari kabupten /kota. Sedangkan Paskibraka untuk tingkat kabupaten /kota berasal dari kecamatan atau sekolah didaerah.

Palajar calon Paskibraka mengikuti proses seleksi dari fisik, baris-berbaris, kesehatan hingga pengetahuan akademik dan umum. Semua peserta sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk mengikuti penjaringan menjadi calon Paskibraka.

Pandemi Covid-19 menjadi catatan tersendiri, sehingga didaerah proses seleksi Paskibraka tahun 2020 ditiadakan dan yang sudah melakukan harus terhenti. Namun ada daeah yang terus berjalan hingga pengumuman hasil seleksi. Namun akhirnya bimbang,karena keputusan dari nasional yang berubah formasi kebijakan Paskibraka tahun 2020 ini.

Penulis dapat memahami keputusan ini. Untuk seleksi Paskibraka Nasional yang menghadirkan peserta dari setiap daerah akan menjadi permasalahan tersendiri. Karena wilayah Jakarta dan sebagian lainnya merupakan daerah yang menjadi sorotan secara nasional dalam hal wabah penyebaran Covid-19. Dalam situasi pandemi, dikarantina dan dilatih bersama selama beberapa minggu menjadi catatan penting mengapa seleksi dan pembentukan Paskibraka Nasional tahun ini ditiadakan.

Untuk tidak menghilangkan keberadaan Paskibraka dalam pengibaran di Istana Negara, penulis setuju jika pemerintah  menggunakan Paskibraka tahun lalu yang digunakan. Walaupun itu hanya untuk petugas pengibar bendera dan pembawa baki.   Sehingga keberadaan Paskibraka dalam pengibaran di Istana tak hilang sama sekali.

Namun, hemat penulis yang pernah menjadi bagian dari Paskibraka ini, kiranya pemerintah mempertimbangkan keberadaan Paskibraka untuk tingkat Provinsi dan Kabupaten/kota untuk tetap dapat dilibatkan dalam upacara Kemerekaan HUT RI ke 75 ini. Jumlah anggota dan formasi serta pasukan dapat dirampingkan lagi. Dan tentunya dalam pelaksanaannya, ketentuan protokol kesehatan serta prosedur  lainnya diterapkan secara ketat.

Bagi pemerintah yang tidak sempat melakukan seleksi Paskibraka tahun ini, silahkan menggunakan anggota Paskibaraka tahun sebelumnya yang sudah terlatih dan berpengalaman. Namun bagi daerah yang telah melakukan seleksi segera tuntaskan dan sesuaikan dengan kebutuhan. Apalagi bagi daerah yang sudah mengumumkan hasil seleski Paskibraka tahun 2020 ini. Penulis mengharapkan  tetap latihan secara intensif serta fokus pada pengibaran - penurunan bendera, tanpa perlu ada kegiatan tambahan yang menggerus tenaga dan pikiran. Dan, kukuhkan mereka sebagai Paskibraka 2020.

Libatkan pelatih dari TNI-Polri dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) untuk bisa memberi kontribusi pemikiran bagi pemerintah bagaimana teknis pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih tetap mematuhi protokol  kesehatan. Sinergi dengan pihak-pihak inilah, jalannya pembentukan Paskibraka 2020 kiranya akan semakin mudah. 

Jangan sampai seleksi yang sudah dilakukan dan menghasilkan calon Paskibraka didaerah dibatalkan hanya lantaran pandemi ini. Pembatalan hasil seleksi Paskibraka akan membuat preseden buruk bagi daerah. Dimana pemerintah dianggap tak konsisten terhadap apa yang dilakukannya. Selain itu, pembatalan tersebut akan melukai hati calon peserta Paskibraka yang telah terpilih. Padahal kita ketahui bersama, proses seleksi Paskibraka itu cukup melelahkan dan menguras emosi. Bukan itu saja, bagi peserta pembatalan sebagai Paskibraka akan menjadi luka mendalam seumur hidup yang akan sulit terlupakan.

Paskibraka itu merupakan sebuah impian tersendiri bagi generasi muda Indonesia. Kelompok pasukan ini didesain bukan sebagai figur gagah-gagahan dan hanya unjuk kecantikan bak pemilihan putri atau cover sampul majalah. Namun Paskibraka sejak dilahirkan di peruntukan sebagai simbol perekat NKRI dari Sabang sampai Merauke.

Sejak dini anggota Paskibraka  dilatih disiplin, kebersamaan dan memupuk rasa nasionalisme. Menjadikan Merah Putih yang harus dijaga agar tetap berkibar di nusantara. 

Yakin dan optimislah, dengan koordinasi bersama dan mematuhi ketentuan yang ada, social distancing dan protokol kesehatan yang ditetapkan secara taat dan ketat, kehadiran Paskibraka dalam menyemarakan HUT Kemerdekaan RI ke-75 tidak perlu dikhawatirkan. Paskibaraka 2020 harus tetap ada. Semoga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar