Abdulloh : PAD 2021 Diturunkan mengingat Frekuensi Ekonomi yang Melemah - Kabar Balikpapan58.net

Breaking

Jumat, 25 September 2020

Abdulloh : PAD 2021 Diturunkan mengingat Frekuensi Ekonomi yang Melemah

Kabarbpp58.net,Balikpapan - Jumat ( 25/09/2020 ), DPRD Kota Balikpapan melakukan Rapat Paripurna terkait penyampaian Nota Penjelasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daeeah Tahun Anggaran 2021. Tahapan untuk APBD Tahun 2021 sudah dilakukan dalam pembahasan KUA PPAS baik antar komisi dan mitranya, dengan Banggar yang pada akhirnya menyepakati KUA PPAS 2021

Rapat Paripurna pada hari ini merupakan Nota Penjelasan Wali Kota mengenai prosedur KUA PPAS yang telah dibahas. Tahapan berikutnya adalah pandangan umum fraksi menyampaikan terkait dengan Nota Keuangan Penjelasan Wali Kota mengenai KUA PPAS tahun 2021 dan setelah pandangan umum dari fraksi akan ada Rapat Paripurna Walikota terkait pandangan umum fraksi.

Ketua DPRD Kota Balikpapan, Abdulloh S.Sos memyampaikan setelah dilakukan Rapat Paripurna Walikota mengenai pandangan umum fraksi akan dilaksanakan rapat paripurna mengenai pendapat akhir fraksi yang diikuti dengan Nota Kesepakatan bersama antara DPRD dengan Wali Kota untuk menyepakati dari RAPBD menjadi APBD 2021yang selanjutnya akan di evaluasi gubernur.

Paling lambat satu bulan sebelum masa akhir anggaran tahun sebelumnya sudah harus ditetapkan dan pada bulan November sudah harus ditetapkan.

Kalau rancangan yang lalu sebesar Rp 2,5 Trilliun sebelum covid-19, sedangkan di perubahan sendiri tinggal 1,9. PAD bisa dibilang turun drastis dari Rp 716 Miliar di tahun 2020 hanya diperoleh sekitar Rp 437,08 Miliar lebih.

" Untuk PAD tahun 2021 diturunkan kembali mengingat frekuensi ekonomi yang semakin melemah, sehingga kami tidak bisa mengacu pada tahun lalu dan lebih mengacu pada setelah pandemi covid-19 ini," Kata Ketua DPRD Kota Balikpapan, Abdulloh S.Sos.

Diharapkan DPRD bersama Pemerintah dapat bersama sama menekan bagaimana agar pelaku ekonomi dapat berjalan dengan normal kembali, tetapi penanganan covid-19 juga tetap dilaksanakan.

Maka dari itu, sesuai dari hasil zoom meeting DPRD dengan Gubernur Kalimantan Timur ada rencana untuk membuat Raperda khusus penanganan Covid-19. Sehingga dengan adanya Raperda ini aturan hukumnya akan jelas dan Perwali walaupun mengacu pada PERDA sehingga tekhnis perwali mengaturnya akan lebih mudah yang akhirnya mudah-mudahan dapat me-recovery ekonomi yang ada di Kota Balikpapan (tri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar