KPU Laksanakan Sosialisasi Surat Suara - Kabar Balikpapan58.net

Breaking

Jumat, 16 Oktober 2020

KPU Laksanakan Sosialisasi Surat Suara

Kabarbpp58.net,Balikpapan - Kamis ( 15/10/2020 ), KPU Kota Balikpapan melaksanakan Sosialisasi terkait dengan bentuk surat suara dimana calon tunggal berbeda dengan surat suara pada Pilkada sebelumnya dan sosialisasi ini ditujukan kepada anggota PPK dan PPS.

Sosialisasi ditujukan kepada PPK dan PPS karena mereka harus mengenal terlebih dahulu bentuk surat suaranya seperti apa.

Dalam Surat Suara para anggota di tingkat PPS belum mempunyai bayangan tentang posisi, tentang mensosialisasikan. Karena, jika para anggota PPS salah dalam mensosialisasikan surat suara ini muncul persepsi Keberpihakan yang menjadi terlihat tidak netral.

Ketua KPU Kota Balikpapan, Noor Thoha menyampaikan Dalam sosialisasi surat suara tersebut para anggota PPS terkait bagaimana surat suara yang sah. 

Dalam hal jika diakhir pilkada nanti setelah dihitung ternyata perolehan suara pasangan calon melebihi 50% maka pasangan calon akan ditetapkan oleh KPU dan jika yang melebihi 50% suara itu adalah kolom kosong maka KPU akan melaksanakan pilkada di gelombang berikutnya dan yang mengisi jabatan Wali Kota adalah pejabat Wali Kota yang ditunjuk oleh Mendagri asal usulan Gubernur

Hal terpenting sebenarnya adalah evaluasi recruitmen KPPS sedikit mengalami kesulitan yang pertama, karena disyaratkan umur min. 20 dan maks 50 tahun. Sementara itu, KPPS biasanya untuk umur tidak ada batasan maksimal dan ketika tidak ada batasan maksimal maka para RT sedikit leluasa untuk mencari petugas KPPS yang bersiap untuk menjadi KPPS di masing masing TPS.

Lalu, terkait dengan diwajibkannya Rapid test. Hal ini juga menjadi hambatan bagi tenaga KPPS, karena ada sebagian anggota KPPS yang menghindar agar tidak dilakukan Rapid Test. Hal tersebut telah dievaluasi oleh KPU, karena presentasenya masih rendah yaitu sekitar 60% maka diperpanjang.

" Pada hari ini progressnya kelihatan dan sudah ada 85% dan artinya masih kurang 15% lagi," ujarnya.

Satu hal yang menjadi kerisauan KPU adalah ternyata di Daerah Prapatan tepatnya di Komplek Pertamina ada 7 TPS yang sampai sekarang belum ada yang mendaftar karena masuk di Komplek pertamina Gunung Dub.

Dalam permasalahan tersebut kendalanya adalah karena sebagian besar warga disana berumur diatas 50 tahun. Kemudian di derah tersebut juga ketat dalam hal protokol kesehatan sehingga saat KPU berkoordinasi kesana ada kesulitan.

Nanti KPU akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina pusat untuk mencari solusinya, karena pilkada tetap harus berjalan.

Noor Thoha menambahkan di dalam rekruitmen KPPS dalam hal satu tempat jika tidak ada masyarakat yang bersedia menjadi anggota KPPS, sebenarnya KPU diperbolehkan bekerja sama dengan lembaga pendidikan atau lembaga profesi untuk melakukan rekruitmen dan yang menjadi satu permasalahan bagi KPU apakah solusi ini dapat menjadi jalan keluar atau tidak. ( tri )

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar