Disnaker Harapkan Perusahaan Tunaikan Kewajiban THR Bagi Para Pekerjanya - Kabar Balikpapan58.net

Breaking

Jumat, 30 April 2021

Disnaker Harapkan Perusahaan Tunaikan Kewajiban THR Bagi Para Pekerjanya

Kabarbpp58.net,Balikpapa- Menjelang datangnya hari raya Idul Fitri, Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) Balikpapan melalui Bidang Hubungan Industrial dan Syarat-Syarat Kerja saat ini menyediakan posko Tunjangan Hari Raya (THR).



MenurutKepala Bidang Hubungan Industrial dan Syarat-Syarat Kerja, Disnaker Balikpapan, Niswary mengatakan. Posko THR tersebut, nantinya sebagai tempat pengaduan yang berkaitan dengan THR.


"Untuk posko ini sendiri akan mulai beroprasi dari 28 April sampai H -1 lebaran," ujarnya Jumat (30/4/2021).


Sejauh dia terangkan, beberapa perusahaan telah melaporkan kepada Disnakertrans akan merencanakan akan melaksanakan pembayaran THR.


"Kemudian kami juga menyediakan 4 konsultan berkaitan dengan regulasi THR. Seperti contoh berapa sih hak pekerja jika masa kerja 3 bulan berapa sih hak yang diterima pekerja, dan 1 tahun keatas kerja berapa sih hak yang diberikan. Itu masih dibawah konsultasi," terangnya.


Untuk pengaduan sampai saat ini belum ada. Karena kata dia, kalau melihat regulasi dari Peraturan Daerah (Perda), undang-undang ketenagakerjaan, Peremen nomor 6 tahun 2016 paling lambat 7 hari.

"Itu perusahaan wajib membayarkan THR," jelasnya.


Untuk para pekerja yang wajib mendapatkan THR dia terangkan minimal 1 bulan kerja itu sudah berhak mendapatkan THR.


"Jadi masa kerja di bagi 12 di kali upah. Jadi kalau masa kerja 1 bulan. 1 per 12 di kali upah. Kalau sudah bekerja 12 bulan berturut-turut itu 1 bulan gaji," tambahnya.


Sementara itu, ditanya mengenai sanski, dia katakan. Perusahaan akan dikenakan denda 5 persen, dari total yang harus dibayarkan. Denda ini sendiri  dikelola dan dipergunakan untuk kesejahtraan pekerja.


Kemudian,sanksi untuk administratifnya, teguran tertulis dan pembatasan kegiatan usaha.


"Kemudian sebagian atau seluruh alat peroduksi dan pembekuan kegiatan usaha. Namun bukan kami yang memproses melainkan pegawai pengawas ketenagakerjaan yang sekarang berkantor di BLK," paparnya.


Dia juga mengimbau, kepada perusahaan di Balikpapan agar dapat melaksanakan kewajiban pembayaran THR keagamaan kepada pekerjanya.


Sementara itu bagi perusahaan yang mungkin  terdampak Covid-19 pada saat ini dan tidak dapat melaksanakan pembayaran THR tepat waktu H-7 sebelum lebaran. Itu bisa dilakukan dialog dengan pekerja jika memang terjadi keterlambatan.


"Namun toleransinya hanya diberikan paling lambat 1 hari sebelum hari raya. H-1 harus dibayarkan. Semoga semua bisa dapat berjalan lancar sehingga semua pekerja bisa begembira dalam pelaksanaan lebaran," pungkasnya (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar